ANALISIS SOSIOLINGUISTIK DALAM DEBAT PILKADA DKI JAKARTA 2017

  • Lailatul Fitria UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA
  • Devya Erfitri Rahmadhani UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA
  • Mardiningsih Mardiningsih UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA
Keywords: debat, sosiolinguistik, kesopanan, kekuatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui majas sindiran dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017; (2) mengetahui gestur dan mimik wajah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017; (3) mengetahui pilihan kata yang digunakan pasangan calon di dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017; (4) mengetahui kesopanan dan kekuatan yang terdapat di dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017; (5) mengetahui wacana dan visi politik yang terdapat di dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017 terdapat tiga jenis majas sindiran, yaitu majas sinisme, majas ironi, dan majas sarkasme. Gestur dan mimik wajah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 yaitu berupa gerakan tangan dan mimik wajah berupa senyuman, tertawa kecil saat menyindir pihak lawan. Pak Basuki menyebut rusun dan Bu Sylvi menyebut rusunawa. Pak Anies menyebut penataan ulang, pasangan calon lain menyebut penggusuran. Ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 menunjukkan kesopanan dan kekuatan ketika debat. Ketiga pasangan calon berusaha meyakinkan warga Jakarta jika diberi kesempatan menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 akan menjadikan Jakarta lebih maju dengan kepemimpinan yang profesional.

References

Best, J.W. (1982). Research in Education. Englewood Cliffs, Jew Jersey: Prentice-Hall.
Brown, P & S.C. Levinson. (1987). Universals in Languange Usage: Politeness Phenomena. In E.N. Goody (ed). Questions and Politeness: Strategies in social interaction, 56-289. Cambridge: Cambridge University Press.
Buckley, Susan G. (2008) Buku Pintar Bahasa Tubuh, Jakarta: Cerdas Pustaka.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. (1995) Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Eelen, G. (2001) A Critique of Politeness Theories, Manchester: St Jerome.
Fairclough, Norman. (1989) Language and Power, London: Logman.
Harris, S. (2003) ‘Politeness and power: making and responding to “requests” in institutional settings’, Text 23 (1): 27-52.
Keraf, Gorys (2008) Diksi dan Gaya Bahasa, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Knapp, Mark L and Judith, A. Hall (1992) Nonverbal communication In. Human Interaction, New York Horcout Brace Javanovich.
Kridalaksana, Harimurti. (1985). Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Flores: Nusa Indah.
Locher, M. (2004) Power and Politeness in Action: Disagreements in Oral Communication, Berlin: Mouton de Gruyer.
Mahsun. (2007). Metodologi Penelitian Bahasa: Tahap Strategi, Metode dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Mayfield, Antony. (2008). “Wha Is Social Media?” UK, iCrossing. Dokumen http://www.icrossing.co.uk.
Pamungkas, Sri. (2012). Bahasa Indonesia dalam Berbagai Perspektif-Dilengkapi dengan Teori, Aplikasi, dan Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia Saat Ini. Yogyakarta: Andi.
Ratna, Nyoman Kutha. (2016). Stilistika Kajian Puitika Bahasa Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Published
2018-01-18
How to Cite
Fitria, L., Rahmadhani, D. E., & Mardiningsih, M. (2018). ANALISIS SOSIOLINGUISTIK DALAM DEBAT PILKADA DKI JAKARTA 2017. Konvergensi Sains & Humaniora, 1(1), 77-92. Retrieved from http://jurnal.arinstitute.or.id/index.php/KonverSHum/article/view/9